Simed Prakarsa sudah jual 350 kW PLTS sepanjang tahun ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Simed Prakarsa Indonesia optimistis pasar penggunaan panel listrik tenaga surya kian diminati. Terlihat dari dua tahun terakhir saat pandemi, masyarakat dengan dukungan kebijakan pemerintah mulai melirik pemakaian solar panel.

Direktur dari PT Simed Prakarsa Indonesia Dewi Rulan mengatakan, sumber energi utama yang digunakan saat ini terutama listrik sumbernya adalah bahan bakar fosil yang makin langka. Jika barang makin langka, lanjutnya, otomatis harga listrik juga naik.

Dewi menuturkan, situasi pandemi mengharuskan banyak orang melakukan pekerjaan dari rumah (work from home) dan meningkatnya konsumsi listrik di beberapa segmen bangunan komersial seperti rumah sakit.

Ini menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), membantu konsumen Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meringankan tagihan listriknya.

“Kalau dibilang jualan ya kurang cocok ya mungkin lebih tepatnya investasi dan investasi solar panel adalah investasi terbaik saat ini karena sumber energinya terbarukan dan tidak bisa habis,” kata dia, dalam paparannya pada perkenalan produk terbaru yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) HiCELL Solar Cell System pada pameran IndobuildTech, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (17/11). 

Simed Prakarsa  mencatat lebih dari 350.000 watt atau 350 kW PLTS terjual di tahun 2021. Dengan meluncurkan produk terbaru yaitu Modul Surya Half-Cell Monocrystalline 410 WP yang memiliki efisiensi hingga 20,3 persen. Desain yang lebih estetik diharapkan penjualan PLTS akan naik di 2022.

Solar Cell System atau PLTS bukan hanya menyasar segmen residensial seperti rumah sakit tetapi juga segmen bangunan komersial seperti sekolah dan rumah sakit.

Untuk segmen residensial HiCELL menyediakan paket 1.000 watt hingga 10.000 watt. Sedangkan untuk segmen bangunan komersial bisa menyesuaikan kebutuhan seperti 150.000 watt atau di atasnya(custom).

“Untuk jangka panjang kita bukan hanya balik modal tapi juga untung karena solar panel bisa bekerja hingga 25 tahun atau lebih, sementara BEP (Break Even Point) dari investasi solar panel sekitar 7-8 tahun,” jelas Dewi.

Link Berita : https://industri.kontan.co.id/news/simed-prakarsa-sudah-jual-350-kw-plts-sepanjang-tahun-ini

Leave a Comment

Your email address will not be published.